Pasar dan Perang Kebudayaan

Hasrat untuk menginginkan dan memiliki barang orang lain, menimbulkan budaya barter pada awal sebelum terciptanya pasar. Seiring dengan perkembangan masyarakat, sebuah tempat disediakan guna melakukan transaksi tukar menukar barang atau jasa yang akhirnya disebut pasar. Kini, pasar tak hanya terletak pada sebuah wilayah geografis tertentu, melainkan dimana tempat bisa disebut pasar karena adanya alat tukar yang berupa uang.

Tertulis di KBBI versi maya, pengertian pasar adalah tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. Beranjak dari sini, pasar bisa menggurita ke berbagai tempat dan tidak hanya berada pada tempat tertentu. Institusi sekolah bisa disebut pasar karena disana terdapat aktivitas jual beli, di jalan juga bisa melakukan transaksi jual beli, di hotel, di pantai, di penjara bahkan di dalam pesawat terbang bisa disebut pasar. Definisi pasar benar-benar menggurita dan tidak bisa dinisbatkan pada sebutan tempat tertentu seperti Pasar Klithikan, Pasar Senen, atau Pasar Kalimaling. Semua tempat kini bisa disebut pasar. Lebih lagi keberadaan cyberspace, sambil tiduran di dalam kamar pun bisa melakukan transaksi jual beli. Hal yang seperti ini biasanya disebut dengan pasar dunia maya dimana interaksi realitas berupa realitas artificial menggunakan teknologi internet sebagai penghubungnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan