GM dan Zaman

by Senjakala Adirata

GM. Dua huruf ini jika terdengar oleh para sastrawan atau budayawan, pasti langsung merujuk kepada satu orang tertentu. Penulis produktif, Catatan Pinggir, Tempo, Komuitas Salihara. Istilah itu seringkali berada disekeliling Sang GM. Ya, GM, Goenawan Mohamad.

Nama aslinya adalah Goenawan Soesatyo Mohamad.  Lahir di Batang, 29 Juli 1941 ketika nama Indonesia belum lagi diakui oleh masyarakat internasional. Masyarakat internasional masih mengenal Nusantara dengan Hindia Belanda yang ketika itu diduduki oleh Jepang. GM menulis sejak berumur 17 tahun. Awal perjalanan kepenulisannya, ia terkenal sebagai seorang Penyair. Sekitar umur 19 tahun, GM menerjemahkan puisi Emily Dickinson, penyair perempuan Amerika Serikat.

Kumpulan esai GM yang pertama adalah Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Malin Kundang (1972).  Kumpulan puisinya Parikesit (1969) dan Interlude (1971), diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Tahun 2006, Goenawan dapat anugerah sastra Dan David Prize, bersama antara lain eseis & pejuang kemerdekaan Polandia, Adam Michnik, dan musikus Amerika, Yo-yo-Ma. Tahun 2005 ia bersama wartawan Joesoef Ishak dapat Wertheim Award.

Tulisan lelaki yang kini telah berumur lebih dari tujuh puluh tahun ini masih banyak dijadikan sebagai tolok ukur bagi para sastrawan Indonesia. Kapabilitasnya sebagai sastrawan kiranya tak terbantahkan. Hinga usia setua saat ini, ia masih rutin mengisi rubrik Catatan Pinggir di Majalah Berita Mingguan Tempo.

Ya, Tempo. Nama ini begitu lekat dengannya. Ia tercatat sebagai salah satu pendiri. Orang yang turut bergelut saat majalah tersebut dibredel. Mencari jalan pintas dengan membuat Tempo Interaktif, lalu kembali terbit lagi ketika Orde Baru lengser. Kemudian kini berkembang, beranak pinak bidang jurnalismenya. Koran Tempo, tentu banyak dan hampir sebagian besar masyarakat Indonesia tahu itu. Majalah dan Koran Tempo masih dijadikan sebagai barometer jurnalisme di Indonesia.

Tapi sangat sedikit sekali orang yang bercerita GM bukan dari Tempo, tapi dengan media lain. Masa lalu GM dalam bidang jurnalistik selalu saja dikaitkan dengan Tempo. Kali ini, disekian banyak informasi yang selalu mengaitkan GM dengan Tempo, saya akan memberikan bocoran sedikit dan sedikit pula orang yang tahu tentang ini. GM pernah menjadi Pemimpin Redaksi sebuah majalah keluarga! Majalah tersebut bernama majalah ZAMAN. Redaktur pelaksananya juga sastrawan kondang yakni Putu Wijaya.

Saya menemukan ini di Bilik Literasi. Sang empunya Bilik Literasi, memiliki beberapa seri majalah ZAMAN. Bahkan punya juga edisi pertama majalah tersebut. Satu hal yang jarang diketahui oleh khalayak tentang GM adalah ini. Ia jarang sekali disebut atau dikaitkan dengan media lain selain Tempo. Padahal jauh sebelum itu, ia juga memiliki sejarah dengan media yang kala itu juga konon lumayan terkenal. Isi majalah tersebut juga beragam sesuai dengan namanya. Ada pembahasan informasi internasional, tips keluarga, cerpen, cerbung, puisi, cerita anak-anak, puisi anak-anak, cerita detektif, masalah perabotan dalam keluarga juga ada!

Ini beberapa gambar majalah ZAMAN yang sempat saya ambil.