Taman

by Senjakala Adirata

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Bilik Literasi. Ada perlu sedikit dengan pengelolanya. Sebenarnya pergi ke Bilik Literasi bagi saya sudah biasa, tapi saya jarang sekali menyempatkan diri untuk sekejap saja berdiam ketika akan memasuki Bilik tersebut. Nah, saat saya pergi beberapa hari yang lalu itu, ketika turun dari sepeda motor lalu berjalan, saya berhenti sejenak. Ada beberapa bunga yang digantung di teras. Salah satunya bunga anggrek yang sedang mekar. Jarang bagi saya melihat angrek mekar. Penuh pesona, anggun tapi juga tegas. Memberi kesan nyaman sekaligus menantang. Di halaman Bilik Literasi sebenarnya juga ada sesuatu yang menarik. Rumput yang dibentuk seperti labirin. Hanya saja bukan seperti labirin bertembok.

Bagi rumah yang memiliki halaman lumayan, tanaman biasanya digunakan sebagai sebuah dekorasi. Bunga atau rumput bahkan juga bonsai atau pohon biasa. Penggunaan halaman sebagai taman turut memberikan nilai estetika pada pemilik rumah sendiri. Saya sedikit ingat tentang sebuah taman yang dibangun beberapa abad silam. Alhambra. Alhambra adalah tempat komplek benteng di Granada, Andalusia. Mungkin banyakyang sudah mendengar atau membaca tentang keindahan taman ini.

Alhambra sendiri dari bahasa arab yang dapat diartikan sebagai “Istana Merah”. Awalnya dirancang sebagai daerah militer, kemudian menjadi kediaman kerajaan dan istana Granada di pertengahan abad ketiga belas, setelah pembentukan kerajaan Nasrid dan pembangunan istana pertama, oleh pendiri Raja Mohammed bin Yusuf ben Nasr, yang lebih dikenal sebagai Alhamar. Sepanjang abad ketiga belas, keempat belas dan kelima belas, benteng itu menjadi kubu dengan benteng tinggi dan menara pertahanan, dengan dua bagan utama: daerah militer, atau Alcazaba atau barak pengawal kerajaan, dan kota Madinah atau pengadilan, lokasi dari Istana Nasrid sangat terkenal dan sisa-sisa rumah-rumah bangsawan yang dulu tinggal di sana. The Charles V Palace, (yang dibangun setelah kota itu diambil oleh Monarki Katolik pada tahun 1492) juga di Madinah.

Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, Denys Lombard, seorang Indonesianis asal Perancis pernah menulis buku Garden In Java. Denys Lombard khususnya melakukan penelitian tentang taman Sunyaragi di Cirebon dan Taman Sari di Yogyakarta. Meski beberapa taman kuno lain juga diteliti seperti di Bali dan Lombok.

Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang banyak, juga sketsa dan peta. Lombard memberikan pemahaman mengenai simbolisme dalam taman-taman kuno tersebut. Pemahaman Lombard atas taman tersebut adalah sebuah perwujudan simbolismedengan sang Ilahi. Taman tersebut, menurut Lombard digunakan sebagai meditasi dan tidak hanya sebagai senang-senang belaka sebagai penurutan atas nafsu hedonisme oleh para bangsawan keraton.

Sumber gambar
: Koleksi pribadi dan tiga diantaranya dari wikipedia