Musik (me)rakyat

by Senjakala Adirata

Musik ada sebagai penyemarak hidup. Tak dapat dilupakan juga, semarak hidup itu kadang juga agak ironis. Sebab, musik yang terbagi menjadi beberapa genre tertentu kadang merasa bahwa musik yang dimainkan adalah musik untuk kalangan tertentu, kalangan elite misalnya. Atau kalang priyayi.

Akhirnya rakyat kecil juga punya selera musik  yang bisa dinikmati. Kalau orang kaya, elite, berbondong-bondong membeli tiket mahal hingga jutaan rupiah untuk mendengar musik dari band atau penyanyi terkenal, masyarakat bawah juga punya idola dan selera musik yang, apabila ingin menikmati musik tersebut secara langsung, cukup mengeluarkan uang sedikit. Tak sampai lima puluhan ribu. Bahkan gratispun juga ada.

Beberapa genre musik juga hadir dengan liriknya yang tajam. Tajamnya lirik tersebut kadang sebagai kritik untuk pemerintah, kritik sosial, kritik agama, kritik musik sendiri juga kritik atas manusia. Beberapa lirik tertentu, khususnya yang lawas, masih banyak yang abadi hingga kini. Masih banyak di ingat orang, masih banyak di kenang orang dan kadang masih banyak dimaui orang.

Musik memang tak bisa dikesampingkan begitu saja dari hidup. Terbukti kini, ribuan macam jenis gadget, sebagian besar pasti menyediakan pemutar music dalam jenis audio, bahkan audio visual. Penyediaan fitur tersebut sudah bisa diartikan bahwa musik memang melekat dan tak bisa dipisahkan dari manusia.

Grup band tertentu kadang mengolaborasikan musik dengan puisi, dengan tari atau juga dengan gojekan, guyonan, parodi. Salah satu grup musik dari Sukoharjo, PPL (Paguyuban Poni Lempar), adalah grup band yang memadukan musik dengan parodi. Lagu-lagu yang dibawakan juga terkesan khas, unik, nyentrik. Lagu-lagu pop lawas Indonesia. Dibawakan oleh personel yang masih kuliahan, grup ini begitu berbeda dengan grup-grup musik kebanyakan yang dibuat oleh muda-mudi. Lagu Cubit-Cubitan, Fatimeh, Andeca-Andeci, Pengantin Baru, Bintang Kehidupan dan masih banyak lagi lagu lawas yang jadi garapan grup band ini untuk di tampilkan diatas panggung. Merekapun sebenarnya juga tidak termasuk Band yang berhasrat untuk terkenal seperti band-band saat ini. Mereka hanya ingin menyajikan musik yang bisa dinikmati oleh semua orang, khususnya masyarakat kebanyakan. Oleh karena itu, mereka tidak biasa ikut dalam kompetisi, tetapi mereka biasa dipanggil untuk mengisi acara tertentu, seperti pernikahan, ulang tahun atau acara-acara musik kampus lainnya.

Nah, silahkan lihat beberapa videonya dari penampilan mereka saat di panggung dan saat latihan.

Cubit-Cubitan

Andeca-Andeci

Bintang Kehidupan

Pengantin Baru  

Fatimeh