Avatar: Kisah Kekalahan Manusia

by Senjakala Adirata

Oleh: Senjakala Adirata

Tulisan ini terlambat. Jelas! Tapi saya paksakan untuk terpublikasi di situs blog gratisan saya ini. Saya akan membahas sedikit tentang interpretasi saya mengenai film Avatar (2009) garapan James Cameron(1). Konon, film ini adalah film dengan keuntungan terbesar sepanjang massa. Selain itu, saya sendiri kagum dengan film ini. Beberapa hal yang membuat saya kagum adalah pembuatan bahasa sendiri dalam film ini (James Cameron menyewa Paul Frommer (2)(Linguist) untuk membuat bahasa dan digunakan oleh penduduk Pandora), imajinasi makhluk ciptaan dalam Pandora, juga kisah klise tentang penjajahan dengan bingkai baru. Film ini juga banyak mendapat tanggapan kritis dari para pengkaji simbol di Indonesia. Beberapa artikel bisa ditemukan di Film Avatar = Film Setan dan Illuminatin , Ada Ajaran Yahudi Dalam Film Avatar , Bilin Palestina, Perhatian Media dan Avatar , juga masih banyak tulisan lain lagi.

Jika teman-teman bloger membaca tulisan kritis dari beberapa situs diatas, hampir semua berkaitan dengan masalah ke-Tuhanan. Saya hanya akan mencoba melihat dari sisi lain. Tema sentral film ini adalah Imperialisme, Ekologi dan Humanisme. Dalam tulisan saya ini, saya hanya akan fokus pada Humanisme.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Avatar adalah istilah dari agama Hindu yang berarti inkarnasi dari Keilahian yang datang ke bumi untuk menegakkan kebenaran . Dalam dunia bloger (internet) avatar adalah sebuah representasi pengguna komputer tentang dirinya sendiri. Biasanya ditampilkan dalam gambar ikon dua dimensi (seperti foto saya disamping dan personal information didalamnya/gravatar). Dalam dunia (internet) istilah ini hampir tidak asing. Muncul ketika para pengguna komputer membuat akun dan memberikan personal information tentang dirinya. Ini sama halnya dengan menjadi penduduk baru dalam dunia baru (internet) sehingga dibutuhkan identitas bagi diri kita.

Dalam film Avatar, Jake Sully menggantikan kakaknya untuk melanjutkan misi penelitian dan penggalian sumber tenaga baru bagi manusia di dunia Pandora. Sumber tersebut bernama unobtanium dan berharga sangat mahal. Jake Sully adalah mantan marinir dan cacat (lumpuh). Untuk pergi ke Pandora, manusia membutuhkan bantuan berupa alat bantu pernapasan. Tapi manusia bisa pergi ke Pandora dengan wujud makhluk asli yakni Avatar dengan cara masuk dalam sebuah alat tertentu dan melakukan transfer pengendalian otak menuju tubuh baru, yakni makhluk Avatar. Disini kita bisa melihat diri kita saat ini, bahwa ketika kita masuk dalam jejaring sosial atau blogger dengan memasukkan username dan password maka pikiran kita akan fokus masuk dalam dunia internet. Kita yang nyata menjadi kita yang virtual dalam dunia internet.

Kemudian, setiap binatang di dalam film ini hampir semua memiliki sebuah penghubung. Penghubung tersebut bisa disatukan dengan penghubung dari panduduk asli. Jika penduduk asli Pandora menginginkan alat transportasi, maka dia wajib menghubungkan dirinya dengan binatang tersebut dengan binatang yang ingin dijadikan alat transportasi (sarana) seperti ikran, direhorse, viperwolf dan lainnya. Alat penghubung ini, hemat saya seperti layaknya USB dalam dunia kita saat ini. Kita bisa menghubungkan diri kita yang berwujud data dalam flashdisk ke dalam dunia internet. Penghubung ini, selain fungsingnya seperti USB, ini juga seperti link yang bisa menghubungkan kita dari satu situs ke situs lain. Pada akhir cerita, Jake yang tadi bagian dari misi untuk menambang unobtanium dan memusnahkan suku Pandora, malah berbelok arah dan menjadi bagian dari suku Pandora melawan keserakahan manusia (skypeople). Diakhir cerita, Jake dan suku Pandora dapat mengalahkan manusia dan Jake memilih untuk menjadi Avatar. Kenapa? Karena dalam wujudnya manusia, Jake adalah orang cacat dan lumpuh. Dalam dunia Avatar, dia makhluk sempurna bahkan menjadi kepala suku.

Saya melihat disini, bahwa kecenderungan kita dan intensitas kita dalam menjalin dengan dunia internet. Awalnya kita buta dengan jejaring sosial, setelah kita tahu kita jadi kecanduan dan bahkan tiap menit kita online untuk cuap-cuap dan berkomentar, jalan-jalan (blogwalking), browsing dsb. Ketika kita sudah masuk dalam dunia internet, kita sering lupa waktu. kita saat ini juga sudah hampir tidak membutuhkan perjumpaan dalam jualbeli karena ada situs yang melayani. Ibarat kata, dalam kamarpun kita keliling dunia dan bisa melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan kita.

Film Avatar adalah film keprihatinan akan kemanusiaan. Film yang membahas krisis kemanusiaan abad kekinian. Cameron melakukan kritik sosial karena dia melihat kenyataan bahwa manusia kini sudah semakin mengutamakan dunia internet daripada dunia asli. Lebih bangga dengan komunikasi via twitter, fb, blog, forum dsb dan meminggirkan komunikasi langsung secara nyata di dunia. Ini pertanda kehancuran sifat kodrati manusia. Manusia diberi kaki untuk berjalan, selain berguna untuk bekerja juga berguna untuk bersosialisasi. Di internet, kita tak butuh kaki untuk jalan-jalan. Dan kita sempurna. Bebas menampilkan avatar kita sesuai kehendak. Dengan avatar, kita juga bisa melakukan manipulasi. Dalam dunia asli ada pria dan wanita, dalam internet kita bebas memilih gender kita tanpa ada identifikasi biologis. Kita bisa jadi lelaki atau perempuan, terserah kita.

References
1 http://en.wikipedia.org/wiki/James_Cameron
2 http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Frommer
3 http://hiburan.kompasiana.com/film/2011/05/20/film-avatar-film-setan-dan-illuminatin/
4 http://duniaunik-id.blogspot.com/2010/02/ada-ajaran-yahudi-dalam-film-avatar.html
5 http://hidayatullah.com/read/10780/17/02/2010/bilin-palestina,-perhatian-media-dan-avatar.html
6 http://id.wikipedia.org/wiki/Avatar
7 http://id.wikipedia.org/wiki/Avatar_(Internet)
8 http://james-camerons-avatar.wikia.com/wiki/Jake_Sully
9 http://en.wikipedia.org/wiki/Unobtanium
10 http://james-camerons-avatar.wikia.com/wiki/Ikran
11 http://james-camerons-avatar.wikia.com/wiki/Direhorse
12 http://james-camerons-avatar.wikia.com/wiki/Viperwolf