Fotomu

by Senjakala Adirata

priyadi’s work art

untuk VA

suatu hari aku melihat melihat fotomu terlipat rapi dalam amplop kuningku. tak ada nyawa, tak ada raga, hanya citraan tanpa sukma. tapi masih ada tetesan lembut pesona, merubah segala keadaan dalam sepi yang tiada mau memanas oleh dingin tembok ungu tua. entah kenapa lantas aku berjalan diatas kulit durian dan mencari selembar kertas di batas langit. mencari arang lalu melukismu.

aku bukan pelukis, bukan pula penulis, tapi kita telah di garis. garismu dan garisku yang ku tak tahu, aku hanya menerkanya sebagai garis rel kereta api yang tak ada persimpangan tak pula berhenti di stasiun dengan peronnya. kita segaris, kita sejajar, kita berdampingan. bersama kehujanan, bersama kepanasan, tapi tak pernah bisa bertemu antara satu rel dan rel yang yang lain.

bertahun-tahun sudah semua telah melelah. jariku bukan untuk melukis pun menulis. jariku kini adalah jari yang mencarimu dalam data-data berjuta warna dalam retakan byte-byte yang tak pernah ku jumpa.

dari Sang Pembuat Luka
Mas Priy