Pintu

by Senjakala Adirata

Saat sebuah pintu tertutup, terbukalah pintu lainnya; namun seringkali kita terpaku menunggu dan menyesali hilangnya pintu pertama tanpa pernah sadar bahwa sesungguhnya ada kesempatan lain yang terbuka untuk kita jalani.

Kalimat tersebut adalah salah satu perkataan dari Alexander Graham Bell. Perkataan tersebut yang banyak di kutip sebagai sebuah kata bijak atau kata mutiara atau juga sebagai kalimat renungan, menjadi semacam kalimat penyucian diri dalam penyesalan. Kalimat tersebut dapat pula digunakan untuk renungan saat menghadapi dilema sebuah pilihan yang memaksa keputusan harus dipilih.

Pada saat kita melakukan sebuah tindakan dan kita lantas mengetahui bahwa itu salah, kita menyesalinya. Bahkan hingga berlarut-larut. Kita tak pernah sadar sebenarnya bahwa ada pintu lain yang sejatinya telah terbuka dan menunggu kita untuk memasuki pintu tersebut, menuju sebuah fase kehidupan baru, bahkan mungkin akan lebih membuat kita dan orang disekitar kita bahagia.

Pintu telah memberikan pelajaran berharga bagi manusia yang telah menciptakannya. Pintu menjadi alat bagaimana kita memasuki rumah dan keluar dari rumah. Pintu memiliki makna filosofis, dimana sebenarnya saat kita hidup, kita telah melewati sebuah pintu. Dimana saat kita menghadapi masalah, kita sebenarnya juga sudah memasuki pintu. Setiap rumah, akan ada pintu sebagai jalan masuk dan jalan keluar. Setiap hidup selalu ada masalah dimana masalah adalah rumah dan kita pasti memasuki pintunya. Saat dalam “rumah” masalah tersebut, kita tak boleh membiarkan masalah berlarut-larut atau melarikan dari masalah itu. Kita selayaknya menghadapi masalah dan menemukan sebuah pintu jalan keluar dari masalah tersebut. Hidup itu adalah masalah, dan jika hidup tak memiliki masalah maka kita tak hidup. Dalam setiap lorong gelap, dalam sebuah rumah yang besar dan rumit, akan selalu ada lorong yang mengantarkan kita menuju pintu keluar. Dan pada setiap pintu yang tertutup, kita juga tak harus menyesalinya secara mendalam. Patutlah kita mencoba belajar lebih dewasa lagi dalam menyikapi dan menghadapi masalah yang lain lagi yang mungkin saja akan memberikan kebahagiaan terhadap kita dan orang disekitar kita.