Mereka Menceritakan Perempuan

by Senjakala Adirata

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Nyentana, dalam tradisi Bali adalah sebuah tradisi yang dihindari oleh kebanyakan lelaki. Sebab lelaki yang berkenan melakukan nyentana akan tinggal dan menjadi milik perempuan. Secara spiritual, status laki-laki itu akan berubah menjadi perempuan dan pihak keluarganya tidak lagi berhak terhadap anaknya. Pendek kata, dalam tradisi nyentana, laki-laki yang dipinang oleh perempuan. Nyentana dianggap oleh kebanyakan lelaki sebagai awal ketergadaian lelaki.

Di dalam cerpen Wayan Sunarta berudul Perempuan yang Mengawini Keris, si perempuan sebagai tokoh utama terpaksa dikawinkan dengan sebilah keris. Sebab lelaki yang sebelumnya sudah siap menjadi pasangannya melarikan diri. Entah berkhianat sebab tak berani melakukan tradisi nyentana atau sebab lain. Dalam beberapa kasus, laki-laki tidak mau melakukan tradisi itu karena biasanya akan dituding hanya mengeruk kekayaan orangtua si perempuan. Nah, dalam Perempuan yang Mengawini Keris, si perempuan sudah mendapat lelaki yang mau menikah dengan tradisi nyentana. Nyatanya ketika hari pernikahan berlangsung, lelaki itu pergi entah kemana sehingga orang tua si perempuan terpaksa mengawinkannya dengan sebilah keris!

Di Chiragpur, Pakistan beda lagi. Seorang perempuan dikawinkan dengan Al-Qu’an. Sebuah nafsu yang dipaksakan atas nama agama. Adalah Perempuan Suci, sebuah novel apik garapan Qaisra Shahraz menceritakan tetang kisah tersebut.

Zarri Bano, seorang perempuan cerdas nan jelita. Mata biru dan hijau gelapnya, ia warisi dari sang Ayah, orang terkaya di daerah tersebut dengan berhektar-hektar tanah yang ia miliki. Zarri Bano, sebagai perempuan yang terkenal berpikiran feminis modern telah berkali-kali menolak lamaran lelaki yang datang ke rumahnya. Tapi, kali ini ketika ada seorang lelaki yang datang dari Karachi bernama Sikander untuk melamarnya, ia menutupi rasa cinta pada pandangan pertamanya dengan sikap yang tetap angkuh dan berwibawa, seperti menanggapi lamaran lelaki-lelaki sebelumnya.

Zarri Bano telah jatuh cinta. Tapi sang Ayah merasa bahwa anak kesayangannya tersebut akan diambil oleh Sikander, lelaki yang berwibawa, anak orang kaya pula. Sang Ayah takut jika wibawanya tersaingi oleh Sikander, calon menantunya. Saat cinta Zarri Bano sedang mekarnya, Jafar adik lelakinya meninggal karena jatuh dari berkuda. Nasib tragis kemudian harus dipikul oleh Zarri Bano. Jafar, sebagai anak lelaki satu-satunya dan pewaris tunggal harta kekayaannya meninggal. Sang Ayah merasa khawatir jika Zarri Bano menikah dengan Sikander dan harta keluarga harus jatuh di tangan menantunya. Maka, Sang Ayah dan Sang Kakek memutuskan bahwa Zarri Bano harus menjadi pewaris kekayaan dan harus menikah dengan Al-Qur’an dengan menjadi Shahzadi Ibadat, Perempuan Suci. Zarri Bano tak boleh menikah dengan lelaki dan dengan begitu harus mengkhianati Sikander, sebab Zarri telah sebenarnya menyetujui pinangan Sikander.

Dengan terpaksa, Zarri harus melakoni paksaan tradisi pariarki. Tak mampu menolak keputusan Ayah dan Kakeknya menjadi Perempuan Suci. Zarri menjadi lebih menderita lagi ketika mendengar kabar bahwa adik perempuannya Ruby, dipinang oleh Sikander dan keluarganya menerima pinangan itu. Zarri harus mengubur paksa rasa cinta terhadap Sikander dan harus tersiksa karena sering bertemu dengan Sikander, lelaki yang ia cintai.

Novel Perempuan Suci memimilih happy ending dalam ceritanya. Zarri menikah dengan Sikander yang telah memiliki anak dari adiknya, Ruby. Ruby dan Ayahnya meninggal saat Zarri dan sekeluarga naik haji. Haris, anak dari perkawinan Sikander dan Ruby merasa membutuhkan seorang Ibu dan telah terlalu akrab dengan Zarri. Akhirnya, ibu Zarri meminta Zarri untuk melepaskan posisi Perempuan Suci dan menikah dengan Sikander. Begitu juga sang Kakek yang awalnya keukeuh menjadikan Zarri Bano menjadi Perempuan Suci. Cinta Zarri Bano dan Sikander akhirnya bersatu dalam kisah kemelut panjang yang sangat melodramatis, tragis sekaligus ironis.

Buku Perempuan yang Mengawini Keris terbitan Jalasutra dan Perempuan Suci terbitan Mizan ini, bagus untuk dibaca dan dijadikan bahan bicara masalah feminisme, eksistensialisme dan budaya serta memberikan pelajaran berharga untuk bersikap bijaksana dalam hidup. Sekian.