Mari Bertelanjang

by Senjakala Adirata

Bukan menyuruh, tapi juga bukan melarang. Hanya sebuah judul yang masih membutuhkan penjelasan. Kiranya jangan pernah berhenti sampai kalimat ini semuanya terangkai hingga tuntas.

Telanjang mungkin bisa dan biasa diartikan dengan tidak berpakaian sehelai pun. Sama juga dengan hanya tubuh belaka tanpa balutan apapun. Kasus yang merebak di pasaran masyarakat kini, telanjang menjadi sosok sudut perhatian yang sangat memprihatinkan. Dan makin memprihtainkan ketika yang telanjang ini adalah para penerus dan generasi muda. Entah dengan motif apa, yang pasti kini, di dunia pasca modern ini, perihal bertelanjang di depan kamera maupun di depan layar kaca begitu ramai.

Sayang seribu sayang, bertelanjang seperti demikian hanya bertujuan mengalirkan dan menyebarkan energy negative bagi si pelaku dan si penikmat. Seorang dosen saya pernah bilang, “begitu sangat kasihan anak-anak remaja sekarang. Dihadapannya terpampang segala pancingan untuk menyalurkan hasrat seksualnya hingga menimbulkan tekanan yang luar biasa. Dan bagi para remaja yang tak kuat menahan tekanan tersebut, mereka akan melindas norma dan tata aturan moralitas yang sekian juta tahun telah dibuat dan dijaga oleh para leluhurnya!!”

Tapi justru pada kesempatan kali ini saya mencoba mengajak para pembaca yang budiman untuk bertelanjang.
Mari bertelanjang, ayo telanjang dimanapun dan kapanpun!!!.

Telanjang dari segala kepura-puraan. Jangan lagi kita berpura-pura menjadi orang yang sok membela rakyat, tapi bertelanjanglah karena niscaya dengan bertelanjang rakyat tidak akan sengsara seperti sekarang. Berhentilah sok alim tapi hanya di muka umum dan di depan kamera, namun bertelanjanglah dari segala kepura-puraan tersebut niscaya masyarakat tidak akan sesat. Akuilah bahwa kita sekian tahun ini terlalu banyak memakai pakaian yang memuakkan yang jika kita mampu keluar dari diri kita dan melihat diri kita yang asli akan muntah. Berhentilah juga pura-pura membenci Negara tetangga kita, karena sesungguhnya adik-adik dan anak-anak kita menyukai film animasi yang mereka buat. Bahkan tak sedikit yang merengek meminta buku tulis dan pakaian yang bergambar wajah-wajah animasi yang mereka produksi.
Mari bertelanjang, ayo telanjang dimanapun dan kapanpun!!!

Tak usah lagi pura-pura mencari ilmu tapi sesungguhnya hanya mencari nilai. Tak usah lagi pura-pura mengabdi kepada Negara tapi sesungguhnya hanya mengincar pensiunan. Tak usah lagi berpura-pura baik tapi sesungguhnya bejat. Tak usah lagi pura-pura sok humanis jika melihat orang sakit jiwa tersenyum mengejek. Tak usah lagi pura-pura membantu korban meletusnya gunung jika sebenarnya hanya ingin mendapat simpati korban bencana.
Mari bertelanjang, ayo telanjang dimanapun dan kapanpun!!!

Karena sesungguhnya bertelanjang itu baik. Dan niscaya, dengan bertelanjang kita akan menemukan siapa sebenarnya diri kita.