Lelaki Penabur Bunga

by Senjakala Adirata

Malam selepas tarawih, udara tak panas tak dingin. Gaung pengeras suara di pelosok terpencil menggema. Melantunkan ayat-ayat illahi. Dan selembar diri yang tetap lelap oleh sang fana melang-lang buana entah kemana. Berada di muka layar kaca yang terhubung ke segala tempat dunia.

Ada kejut yang merayap saat dering ponsel bergelitik. Ada pesan yang tersurat membuat gagap. Ada kabar haru dari ujung kampung beratap langit biru. Seorang tetangga kami dijemput oleh sang malaikat.

Kuda besi melaju, menerobos temaram lampu jalan. Ada sedih yang tertahan. Ada duka yang tersimpan. Ada harap yang belum sempat tergenggam. Ada takut yang sangat mengancam. Dan pada keranda yang telah di sangga, semangkok besar berisi bunga tersodor pada sang lelaki yang baru saja datang dari dunia entah dimana. Perjalanan kereta beroda manusia, menguntit di belakangnya. Dia, membelah jalan dengan menabur bunga.

Iringan shalawat membahana. Meski malam telah lewat tengahnya. Jua tak lebih 30 orang berjalan di belakang keranda. Begitu menyayat terasa. Ingatan menjalar, pada puja-puji pelosok kampung jauh kota… membuat tak henti menetesnya air dari mata… ingat akan Sang Pencipta

Siro ngertio… ing mongso iki… (kalian tahulah di zaman kini)
Akeh wong podho…leno lan lali…(banyak orang yang terlena dan lupa)
Wis rumangsane…ing dunyo iki (sudah merasa di dunia ini)
Uripe suwe…ora bakal mati…(hidupnya lama tak bakalan mati)

.

Malaikat izroil…kang nyabut nyowo… (malaikat izrail..yang mencabut nyawa…)
Tekane iku…ora kondho-kondho…(datangnya itu..tak disangka-sangka)
Yen wis tekane…ora keno sumoyo…(kalo sudah datanya..tak bisa mengelak)
Nunggu dawuh..kang Moho Mulyo…(nunggu perintah Yang Maha Mulya…)

.

Pecate nyowo…rasane loro… (pisahnya nyawa…rasanya lara…)
Mangkat ning akhirat…saking dunyo…(berangkat ke akhirat…dari dunia..)
Badane mlumah…ing dhuwur kloso…(tubuhnya tergeletak di atas tikar)
Sanak sedulur… Njur podho teko…(sanak saudara..selanjutnya datang..)

.

Nuli den dusi…lan sholatono (lalu sucikan..dan di sholatkan)
Nuli den pikul…dho podho nyonggo…(lalu di pikul marilah menyangga)
Nuli den pendhem..lan tutupono…(lalu di kubur dan di tutupi)
Mayite ijen…ora nduwe konco…(mayitnya sendiri tak ada teman)