Syair Sahwin

by Senjakala Adirata

hari-hari yang telah terlewatkan hanya mengukir kisah kasih yang pedih dengan syair tanpa suara, inikah gerangan awal dari sebuah kebahagiaan? atau kah langkah untuk derita yang berkepanjangan? tampaknya tak ada jawab dari bibir yang merona, dan yang akan menjawab segala derita cintamu hanyalah waktu, naluri, jiwa, dan jalan hidup yang telah di gariskan Tuhan untukmu, untukku dan untuk kita semua, dan pada lorong waktu yang sempit dengan kesabaran yang kokoh yakinlah kita pasti temukan senyuman abadi tuk mimpi di hari esok, cinta itu bagai pelangi yang datang dengan sejuta warna namun seketika lenyap tak terbekas dan yang tersisa hanyalah bayang-bayang keindahan, bergumam, terdiam, tersenyum, dan terkadang tak pernah sadar kedua pipi basah air mata. Kejamnya cinta tak pernah mengimbangi segala kekejaman yang pernah di rasakan sebelumnya.

Sahwin Sinen “sang pembalap jalanan”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syair ini di kirim oleh sahabaku melalui sms pada tanggal 9 Februari 2010 ketika saya pulang ke Semarang dari Ternate. Sudah hampir setengah tahun kami berpisah dan ini kutulis agar aku bisa selalu ingat padanya. Aku rindu sekali dengan suaranya.:mrgreen: