Mencari Kunci

by Senjakala Adirata

KrupuKCair ingat sebuah cerita dari Nashrudin Hoja, seorang sufi yang ceritanya penuh dengan kebijaksanaan dengan bungkus yang sangat unik karena bungkus tersebut adalah kelucuan. Sehingga orang yang mendengar jarang menganggap itu sebuah kebijaksanaan karena orang tidak paham dan tidak kritis. Padahal, dibalik kelucuan tersebut ada kebijaksanaan yang tersembunyi.

Cerita yang krupuKCair coba muat pada postingan kali ini adalah sebagai berikut:
Pada suatu ketika, Nashrudin sedang sibuk mencari sesuatu di depan rumahnya. Dia sangat begitu sibuk dan terlihat kebingungan serta kecemasan pada raut wajahnya. Dia kesana-kemari seperti mencari sesuatu yang sangat penting. Kemudian seseorang lewat dan ingin tahu mengapa Nashrudin kebingungan seperti kehilangan sesuatu. Orang tersebut sebenarnya ingin membantu Nashrudin tetapi tidak tahu apa yang Nashrudin cari. Lalu ia bertanya, “ Nashrudin, apa yang sebenarnya engkau cari?” Nashrudin menjawab, “Saya sedang mencari kunci saya yang hilang”. “Memangnya kuncimu hilang dimana?” orang tersebut kembali bertanya. “Hilang didalam rumah” jawab Nashrudin. “Kenapa cari di luar?” Tanya orang tersebut. “Di dalam gelap!” jawab Nashrudin. Orang tersebut kemudian berlalu karena beranggapan Nashrudin sedang bercanda sembari tersenyum miris.

Apa pendapat Sobat pembaca tentang cerita diatas?

Begini sobat, hanya sekedar penjelasan pribadi mengenai cerita diatas. Dan sobat semua tentu juga terserah mau menjelaskan bagaimana cerita diatas menurut penalaran pribadi sobat semua.

Terkesan, kelakuan Nashrudin diatas memang lucu dan menggelikan. Kehilangan kunci di dalam rumah, namun mencarinya di luar rumah. Lalu kapan akan ketemu kunci yang hilang itu?. Tapi sobat semua, sesuai dengan pemahaman krupuKCair, jika kunci tersebut sebenarnya adalah kata kiasan, bagaimana coba jadinya? Misalnya kunci tersebut adalah kiasan dari masalah. Kita mendapati sebuah masalah, kita bingung bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, kita juga cemas dan gelisah ketika tidak segera menyelesaikannya.

Apa jadi? Ketika masalah tidak diselesaikan dan kita malah tidak segera menyelesaikannya justru sebenarnya kita menciptakan masalah baru. Apalagi, jika kita mendapat masalah dan mencoba mencari titik penyelesaiannya tidak dengan cara yang betul, maka kapan masalah akan segera selesai? Menyelesaikan masalah dengan cara yang salah justru kita akan mendapatkan masalah double (Masalah kuadrat begitu, hehehe). Jadi, kita sebenarnya mendapat pelajaran sesuai interpretasi kita atas cerita Nashrudin diatas. Jika kita hanya membaca sekilas dan tidak mencoba mencari apa dibalik cerita itu, cerita diatas hanyalah sebuah lelucon konyol yang membuat kita tersenyum dikala hati gundah dengan masalah. Namun jika sobat terus gundah dengan masalah, dan membaca cerita diatas, jangan hanya tersenyum. Sesegera mungkin silahkan selesaikan masalah sobat agar tidak gundah dan segera sumringah (senang bukan main).