Terkini?

by Senjakala Adirata


Gambar diambil disini
Sebenarnya krupuKCair sudah lama ingin menulis ulasan tentang bahasa atau sastra, namun mungkin karena tidak pandai jadi tidak bisa menulis tentang hal tersebut. Sebagai mahasiswa sastra, sudah sepantasnya krupuKCair harus tampil dengan basic bidangnya. Tapi apa mau dikata, kehendak dan semangat membara namun otak tersumbat.

Pada postingan kali ini, krupuKCair mencoba menebus dosa dengan menampilkan sedikit ulasan mengenai penggunaan kata yang sering kita jumpa pada stasiun2 televisi, yang menurut krupuKCair salah kaprah.

Pasti sobat pembaca sering mendengar atau membaca istilah “Berita Terkini” atau “Kabar Terkini” di layar TV sobat semua. Frasa tersebut sebenarnya tetap nyaman didengar bagi orang awam, tapi tahukah sobat semua bahwa penggunaan “Terkini” itu adalah salah? Kenyamanan yang sobat semua dikarenakan hal di atas sering sobat dengar atau lihat di TV sehingga telah menjadi kebiasaan. Padahal, penggunaan tersebut sebenarnya salah. Lalu salahnya dimana?

Kata “Terkini” adalah termasuk dalam kelas kata adverbia (kata keterangan) yang sejajar dengan “sekarang, kemarin, lusa” dan lain-lain yang berbentuk kata keterangan. Kata keterangan, adalah sangat mustahil jika diberikan awalan ter- yang menandakan superlative atau “paling”. Sangat aneh jika kata sekarang mendapat imbuhan ter- dan menjadi tersekarang untuk menandakan “paling sekarang”. Nah, “terkini” yang memiliki kata dasar kini mendapat imbuhan ter- yang menandakan paling adalah sangat tidak lazim sebetulnya. Dengan maksud “paling kini”, awalan ter- pada kini adalah salah. Tapi kesalahan tersebut sepertinya dianggap biasa saja dan hingga sekarang pada stasiun TV nasional tetap saja menggunakan kata tersebut.Yang benar untuk menandakan kabar atau berita paling aktual seharusnya “terbaru”.

Coba sobat bayangkan, jika kata “terkini” hadir di layar kaca dan ditonton oleh berjuta pasang mata, tentu dengan pelan secara tidak langsung ketika semua penonton meng-iyakan saja kata tersebut akan terjadi kesalahan berjamaah yang berakibat fatal sebenarnya. Pemahaman nalar berbahasa kita perlu diperbaharui sehingga bahasa kita teratur. Jika nalar berbahasa kita amburadul, entah bagaimana hal2 yang lain sedangkan berbahasa, baik lisan atau tulisan hampir selalu digunakan pada setiap aktivitas atau obrolan. Semoga kita lebih teliti lagi dalam ber-bahasa.

Sekian dari krupuKCair..