Indonesia Menuju Negara Primitif?

by Senjakala Adirata


Manusia, kata Darwin adalah bentuk evolusi dari sejenis monyet. Entah betul apa tidak teori itu, tentunya bagi yang mempercayai, berarti mengakui bahwa dirinya berasal dari monyet. Sebuah perjalanan waktu yang sangat dan sangat panjang, sehingga yang sejenis monyet tersebut berkembang. Awalnya mereka tak berpakaian alias telanjang, kemudian akhirnya dengan perkembangan pola pikir mereka, teknologi mereka ciptakan dan akhirnya berpakaian.

Pakaian tidak hanya menjadi sebuah hasil teknologi tetapi sebagai penutup dari panas dan hujan serta kebringasan lawan jenis yang senantiasa bisa menerkam sewaktu-waktu. Apalagi, imej saat ini adalah yang berkulit putih itu lebih baik dari yang hitam, seharusnya menjadikan manusia semakin menutup diri dengan pakaian agar lebih putih. Namun apa hasil? Semakin dunia dianggap “maju” semakin banyak yang berlomba-lomba untuk telanjang. Bahkan bukan Cuma telanjang saja, tetapi berhubungan intimpun, juga berlomba-lomba ditunjukkan di depan umum.

Gejala Negara semakin maju, semakin banyak masalah social yang hadir. Pun semakin macam jenisnya masalah itu. Jika kita adalah masyarakat Indonesia, tentu mengakui dasar Negara kita yakni Pancasila. Ingat sila pertama adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Mempercayai Tuhan, secara langsung mengikuti seluruh perintahnya. Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang terhadap peraturan menurut kepercayaannya, mengakibatkan terjadinya sanksi agama. Dan jika diketahui khalayak tentu akan berakibat kapada sanksi social.

Mencoba menarik benang merah antara ide di atas, kita sebagai masyarakat Indonesia yang berketuhanan tentu adalah masyarakat yang memiliki aturan menurut agama masing-masing. Memang, masalah krisisnya spiritual pada era post modern seperti sekarang menjadi masalah yang serius. Dan masalah ke-berpakaian manusia di zaman yang kian maju ini, kenapa dengan mengenakan pakaian yang kian terbuka kok di nilai kian maju? Bukankah itu kita malah menuju kehidupan yang primitive, kehidupan yang mundur dari peradaban kini? Dan lagi menurut aturan agama, adakah agama di dunia ini yang menghimbau kepada penganutnya untuk bertelanjang?

Ini adalah suatu sikap yang menyimpang, menyimpang dari dasar Negara juga menyimpang dari aturan agama. Mengenakan pakaian yang kian menunjukkan bagian-bagian tubuhnya, menandakan sikap yang sudah mulai berpola pikir primitif. Selain itu juga semakin tak bisa dianggap sebagai penganut agama. Apalagi kemudian tidak hanya bertelanjang, tetapi juga berhubungan intim dan menunjukkan di depan umum. Itu adalah sebuah tindakan yang benar-benar primitif.

Jika kini kita melihat di sekitar atau pada diri sendiri bahwa terdapat banyak orang yang sudah mulai “ogah” memakai pakaian berarti mereka adalah masyarakat yang menuju ke-primitif-an. Masyarakat primitive adalah masyarakat yang tidak tahu aturan dan tidak perlu aturan atau baru mencoba membuat aturan. Apa memang Negara kita yang belum maju-maju ini malah mau menjadi Negara Primitif? Atau mungkin ini adalah sebuah dampak bahwa karena Negara kita tidak bisa maju-maju maka sebagian yang stress memilih untuk kembali menjadi masyarakat pirimitif?

Ah, Indonesia…

Memang kita tidak bisa mengandalkan orang-orang yang mengaku wakil rakyat saja, tetapi kita juga butuh kesadaran diri. Dan itulah yang paling sulit, kesadaran diri.