Pentingnya Loyalitas

by Senjakala Adirata

Ketika saya masih SMK dulu, seorang guru saya menasehati murid2 agar tidak merokok. Namun seketika ada yang nyeletuk “La Pak saja merokok, kok kita nggak boleh?” Guru tersebut tidak tersinggung atas celetukan temen saya tersebut namun balik tanya “apa enaknya merokok?”. Kemudian ada yang nyeletuk lagi, “La bapak apa enaknya merokok?”. Guru tersebut bilang “kalao kalian bisa jawab apa enaknya rokok dan bisa diterima akal, saya akan berhenti merokok” katanya.

Sewaktu saya kuliah juga ada seorang dosen saya yang pecandu rokok. Tapi ketika proses belajar mengajar beliau tidak merokok. Ketika ngobrol atau diskusi dengan kami mahasiswa, baru beliau merokok bahkan hampir tak terputus karena ketika mati langsung menyulut rokok yang baru lagi. Beliau bilang, akan lebih mudah konsentrasi ketika menulis sambil merokok atau diskusi sambil merokok. Alasannya, otak kanan fokus untuk aktivitas merokok dan otak kiri fokus menulis atau diskusi. Jadi rokok untuk memusatkan perhatian.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas? Dan apakah kita juga harus merokok karena para pengajar juga merokok? Tidak sobat, tapi hubungannya adalah mereka berdua memiliki loyalitas terhadap merek rokoknya. Guru saya tidak akan merokok kalau tidak Dji Sam Soe lalu dosen saya tidak akan merokok kalau bukan Star Mild. (Itu mereka bisa tidak merokok, jauhin aja dua rokok itu) Betul sekali sobat, tapi kan kita tidak berhak, yang berhak kan mereka mau berhenti atau tidak.

Sebuah perkataan simple dari dosen saya, “untuk hal yang kecil saja, jika kita tak bisa loyal terhadapnya, terus bagaimana kita bisa loyal terhadap hal yang besar?” Ini sobat yang akan kita bahas. Sepenting apa sih loyalitas?

JIka kita menjadi warga Negara Indonesia lalu kita tidak memiliki loyalitas terhadapnya, berarti kita tidak setia. Ciri-cirinya tidak memiliki loyalitas terhadap Negara? Seperti Gayus Tambunan (makan uang rakyat) memakai produk luar, bangga terhadap Negara lain dari pada Negara sendiri dsb. Pentingnya loyalitas adalah kita juga akan mudah diberi kepercayaan karena keloyalan kita. Sebenarnya apa sih loyalitas itu, pendeknya “kesetiaan” sobat. Kesetiaan berlanjut pada kepercayaan dan berujung pada cinta. Telah banyak orang membuat peta tentang cinta dan terbukti banyak yang menilai bahwa cinta adalah unsur penting dalam kehidupan. Cinta bisa menghapus perbedaan karena dalam cinta terkadang tidak mengenal batas waktu, geografis, warna kulit dan ras serta agama. Cinta bisa dijadikan sebagai unsur pemersatu yang sangat dahsyat.

Loyalitas yang berujung pada cinta inilah yangharus kita pelajari dan terapkan. Mencoba untuk loyal terhadap hal-hal yang kecil dahulu, seperti kesetiaan pada aktivitas, kesetiaan untuk berkawan, pokoknya kesetiaan untuk hal-hal yang kecil dulu lah. Akhirnya karena kita terbiasa setia, maka untuk setia terhadap hal yang besar pun akan mudah dijalankan seperti setia dengan tidak mundur dalam peperangan dan setia terhadap agama dan keyakinan serta setia terhadap pasangan.