Asaku Untukmu: Palestine

by Senjakala Adirata

lelah ini tak kunjung pudar pada tepi mengais serpihan alam yang kian tersisih oleh tangan-tangan wakil Tuhan yang tak sadar akan Tuhan.

gelisah kian menjadi iringi rintih para Intifadah yang kian bersemangat dengan bebatu ketapel sederhana tanpa nyala.

dan tiap keserakahan ambisi, keringat keluar tanpa pikir apa yang dikerjakan meski merusak kebun anggur tetangga.

tapi pada ujung bianglala, serpihan warna masih memberi asa pada umat yang tak mampu dan tak sempat berhijrah di lembah kelahiran para nabi.

lantunan dengungan serta gema doa kian mengikat tali satu dengan temali lain hingga tiada terputus meski tanpa jembatan gantung.

dan,

Tuhan memang belum berkehendak menurunkan malaikatnya

maka, biarkan kita dan mereka tetap pada satu jalan ikhtiar dan berdoa

semoga Al-Qassam dan Intifadah tetap dengan semangat membara