Tak Disiplin Tak Sukses

by Senjakala Adirata


Saya punya seorang teman yang menurut saya pribadi, dia memiliki kemampuan intelektual bawaan (sejak lahir). Perjalanan pendidikan formalnya luar biasa. Sejak dari Sekolah Dasar kelas Satu, ia selalu duduk pada puncak prestasi alias peringkat satu terus hingga kelas empat. Setelah itu langganan prestasi bergeser ke teman perempuan dan teman saya yang laki-laki tadi prestasinya menurun dan terus menurun hingga lulus ujian akhir SD, teman saya lelaki yang langganan peringkat satu dari kelas satu hingga kelas empat, tercukur hingga mendapat peringkat pada pertengahan.

Usut-punya usut mengapa teman lelaki saya prestasinya turun, rupanya semenjak kelas empat ia mengenal bacaan komik dan kecanduan serta kegiatan menonton TV-nya super padat. Berbeda dengan teman perempuan saya, meski dengan pola pikir yang terhitung rata-rata, tapi dia rupanya belajar sedikit demi sedikit dan secara kontinyu tiap harinya. Sehingga ia dengan tidak sadar, kemampuan intelektualnya bertambah dan ingatannya tentang pelajaran juga bertambah.

Yang dapat kita petik, tentu tak lagi saya harus berpanjang lebar menjelaskan. Bahwa sejatinya kedisiplinan adalah suatu hal yang harus dan wajib untuk dijalankan. Kemampuan otak yang pas-pasan tidak menjadi sebuah alasan penghalang. Disiplin adalah kunci utamanya untuk menuju lembah kesuksesas yang penuh dengan aliran air sungai kebahagiaan.

Jadi mulai hari ini, sempatkanlah waktu dipagi hari untuk olahraga, lalu membaca buku ringan 10 lembar sebelum tidur, membiasakan kegiatan yang positif dan menjadikannya sebuah kebiasaan dan akhirnya budaya.