Jangan Menyerah

by Senjakala Adirata

Pada beberapa lembar buku yang pernah saya baca, ada beberapa hal yang ingin saya bagi kepada sobat semua yang sudi mampir di page blog saya ini. Saya lupa judul bukunya, tetapi ada cerita singkat dari buku tersebut yang membuat saya tertarik untuk mencoba mengaplikasikan dalam hidup.

Cerita berawal dariseorang pria setengah baya yang memiliki keinginan menjadi seorang penulis. Beberapa cara telah ia lakukan dan ia telah menulis beberapa topik bahasan yang up to date dengan maksud pria tersebut ingin memasukkan tulisannya ke koran setempat dalam kolom opini. Tujuannya utamanya hanya ingin agar orang membaca tulisan-tulisannya. Untuk masalah lain seperti popularitas dan honor, itu masalah yang kesekian kalinya.

Namun, telah berulang kali pria tersebut mengirimkan tulisannya dengan gaya bahasanya serta dengan topik-topik yang terbaru, tulisanya tidak serta merta di muat pada koran yang ia kirimi tersebut. Tiap ada hal baru yang mengejutkan, ia menulis, tiap ada topik hangat yang perlu di bicangkan ia manulis dan terus mengirimkan tulisannya ke koran-koran setempat tetapi tak jua tulisannya nongol pada kolom opini koran-koran yang ia kirimi tulisannya. Ia terus menulis dan terusmenulis hingga akhirnya pada kesempatan ke 559
kali ia mengirim tulisannya, akhirnya di muat. Wal hasil, pembaca koran banyak yang tersentak oleh tulisannya yang berisi analisis tajam dan kritis serta enak di baca. Akhirnya, kora bersangkutan mengontrak pria tersebut untuk menjadi penulis kolom. Dan bahkan, tulisan-tulisan yang dulu tak pernah di muat dan di tolak oleh berbagai media cetak, kini ia modifikasi ulang dan ia tampilkan. Akhirnya tak hanya pekerjaan tetap ia dapatkan tetapi juga penghasilan serta job yang membanjir.

Apa yang dapat kita petik buahnya dari cerita di atas? Keteguhan! Semangat pantang menyerah! Pria tersebut diatas tidak kenal kata menyerah meski tulisannya tidak segera di muat namun ia tetap sabar. Andaikan pria tersebut menyerah menulis pada ke 209 kali atau setidaknya pada ke 558 kali, ia tidak akan mendapat apa-apa karena tulisan yang dimuat adalah yang ke 559 kali.

Pria tersebut lebih memilih sengsara lama di awal dan menantikan nikmat yang lebih kekal di akhirnya. Sama seperti kita membiasakan laripagi beberapa menit di pagi hari. Ya memang, lebih nikmat ketika pagi hari saat udara masih dingin, kita sembunyi di balik selimut dan merasakan kehangatan. Tapi, dengan kita menahan dingin dan melakukan lari pagi tiap pagi kita sebenarnya memiliki investasi jangka panjang yang tak terberi seperti sulit kena serangan rheumatik, badan tetap sehat ketika tua dan keuntungan lain.

Pantang menyerah adalah kunci utama untuk mendapatkan kesuksesan dan kemenangan. Dalam pantang menyerah, terdapat kesabaran dan dalam proses pantang menyerah terdapat proses untuk terus lebih baik tanpa harus dinilai oleh orang lain. Napoleon ketika di penjara pernah ditanya kenapa iakalah dengan pasukan inggris. Apajawaban dari beliau “pasukan inggris bertarung lima menit lebih lama daripada pasukannya”. Kunci utama untuk meraih kemenangan dan kesuksesan adalah pantang menyerah. Meskipun kita tidak mempunyai kemampuan diatas rata-rata, tetapi kita tetap berusaha tanpa henti, niscaya kemenangan akan kita genggam.