Sunyilah Sejenak

by Senjakala Adirata

Setiap lini kehidupan pasti ada kalanya akan berubah. Entah perubahan itu cepat atau lambat. Pada setiap hal yang baru datang pada sebuah lokasi geografi, ada kalanya sulit untuk diterima dan ada kalanya dengan mudah diterima dengan disaring atau malahan diterima begitu saja. Dengan begitu, perubahan adalah suatu hal yang niscaya. Tidak mungkin dalam sebuah kehidupan ini tidak berjalan atau statis. Kehidupan selalu berjalan dan karena itu kehidupan dinamis.

Dalam perjalanan perubahan, masyarakat kini bolehlah disebut masyarakat pasca industri lanjut atau postmodern. Kita merasakan laju informasi yang begitu cepat dan tak tertahankan. Dunia telah menjadi desa yang seakan jarak tak lagi menjadi suatu halangan. Apalagi dengan adanya internet, bahkan layanan mobile phone atau handphone yang populer telah memasukkan fitur yang menyediakan untuk browsing ria. Dengan begitu, dunia serasa ada dalam genggaman tangan.

Bukan cuma mudahnya kita menuai berbagai informasi, pada era postmodern ini kita juga sepertinya telah disibukkan pada sebuah kompetisi yang sangat kompetitif. Persaingan begitu hebatnya yang terkadang membuat orang frustasi karena tertekan oleh target yang tak bisa dicapai. Atau berbagai permasalahan yang kian kompleks seiring dengan alat-alat teknologi baru yang hadir dalam hidup ini membuat berbagai masalah baru.

Penipuan dengan jejaring sosial, candu situs porno, uang sebagai berhala baru, kemerdekaan anak yang ingin merdeka dari “jerat” orang tua, pergaulan yang super bebas, para politikus yang kian gila kekuasaan dan entah berbagai hal yang membuat dunia seakan bertambah “gila”.

Namun salah jika kita mengatakan bahwa zaman sudah edan. Yang edan sesungguhnya bukan zaman, tetapi orang-orangnyalah yang kian edan. Dalam menjalani hidup yang penuh tendensi serta pemikiran pragmatis, seakan kita tersesat pada sebuah rimba egoistis.

Maka, sunyilah sejenak! Pada ke carut-marutan kondisi, yang kian semrawut dan memprihatinkan. Pada kesunyian itu, renungilah bahwa hidup tak lain hanyalah sebuah kesempatan pengelana yang singgah untuk minum saja. Ada hal yang kekal yang mesti kita kejar. Ada hal yang salah pada diri yang senantiasa merasa serba benar. Ada hal yang lucu yang harus kita senyumi dari seluk-beluk ketegangan hidup.

Sunyilah sejenak! Lunangkan waktumu, untuk sunyi sejenak dan lihatlah pada dirimu. Sesungguhnya orang yang memahami dirinya adalah orang yang berhasil.