Finding Your Best Talent (Temukan Talenta Terbaikmu)

by Senjakala Adirata

Saya bukanlah seorang motivator, justru saya adalah orang yang haus untuk mendengar motivasi-motivasi karena sering terhuyung pada hayal yang tak berujung. Namun siapa yang mau memotivasi tanpa di uang-i?. Karena itu saya coba menilik pada pasar loak dan toko buku, mencari lembar-lembar para motivator untuk memotivasi diri. Pada kali ini, saya mencoba berbagi pada sahabat-sahabati yang sudi mampir di blog ini.

Konon, pada sebuah pelatihan binatang pemula, seekor anjing bangga ketika di puji karena mampu melompat tinggi menangkap tulang yang dilemparkan oleh pelatihnya. Namun sang anjing marah dan iri ketika melihat burung terbang tinggi melayang melintasi tebing satu hingga tebing lainnya. Lalu sang anjingpun mencoba meniru sang burung. Sayang, sang anjing tidak sadar akan kodratnya bahwa selamanya anjing tak akan bisa terbang.

Sering kita melihat, terlalu banyak orang yang menutupi kelemahan-kelemahan mereka. Mereka menghabiskan waktu yang banyak untuk menutupi kekurangan mereka. Perlu disadari bahwa di dunia ini tak ada manusia yang sempurna.

Pada saat kita disekolah dulu, jika nilai matematika kita kurang dan nilai bahasa inggris kita bagus, orang tua kita “memaksa” untuk menutupi kekurangan tersebut dengan belajar matematika lebih intens. Hal ini tidaklah salah, namun dalam kehidupan setelah sekolah akan lebih baik jika kita memperkuat apa yang ada dalam diri kita.

John Maxwell seorang pakar pengembangan diri memaparkan dengan sederhana, jika dalam skala 1-10, 1 artinya kita lemah di bidang itu dan 10 artinya kita kuat di bidang yang lain. Jika kita meraih nilai 2 di bidang terlemah kita dan berusaha menaikkan hingga mendapat nilai 4, hal ini masih di bawah rata-rata. tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan orang yang punya kemampuan dibawah rata-rata atau tidak ada orang yang rela antre untuk makan di restoran yang biasa saja. Namun jika nilai kekuatan kita saat ini 7 dan kita berusaha menaikkan hingga mendapat nilai 9, akan banyak perusahaan yang berbondong-bondong mencari kita. Orang tidak akan sukses jika hanya meniru orang lain untuk mengejar sesuatu yang bukan potensinya.

Sang Pencipta telah memberikan hadiah yang dibungkus dengan rapi kepada setiap manusia. Namun seringkali manusia tersebut tidak mau membuka hadiah tersebut dan memilih hadiah “lain” diluar sana. Taufik Hidayat cukup menjadi pebulutangkis top untuk dibilang sukses tanpa harus menjadi ilmuwan. Dan B.J Habibie cukup menjadi ilmuwan untuk dibilang sukses tanpa harus menjadi pebulutangkis.

Ada sebuah nasehat bijak “Jika Anda yang terbaik, banyak orang akan mencari Anda, namun jika saat ini belum banyak yang mencari Anda berarti Anda belum menjadi yang terbaik. Ingatlah untuk selalu menjadi yangterbaik dalam pekerjaan Anda”