Islam Dan Kemanusiaan

by Senjakala Adirata

Gaung gelora kemanusiaan diklaim telah diajarkan oleh berbagai agama dan spritualitas yang ada di seluruh dunia. Namun, menjadi pertanyaan besar mengapa masih banyak golongan yang saling bertentangan bahkan membunuh atas nama Tuhan mereka? Lalu bagaimana dengan sisi humanisme yang telah diklaim dimiliki oleh ajaran-ajaran tersebut?

Dalam era sekarang, media banyak yang menyorot tentang aksi terorisme. Dan bahkan Islam di pojokkan dengan tuduhan tersebut. Sebenarnya, jika ditilik lebih jauh, apa yang salah dengan Islam? Apakah golongan yang merasa dan dianggap sebagai superior takut akan perkembangan Islam dan pemeluknya yang begitu pesat sehingga melakukan tuduhan secara sepihak?

Perlu menjadi catatan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan hubungan antara pemeluk dan Penciptanya yang sering disebut sebagai ritual. Namun, Islam juga telah mengajarkan hubungan antara pemeluk dengan pemeluk lain serta dengan alam lingkungannya. Semua ajaran tersebut tidak hanya sebuah garis teori yang menjadi pemanis bibir belaka tetapi juga telah diberikan contoh praktek oleh Sang Pembawa Kabar Gembira, Muhammad bin Abdullah, Sang Rosul terakhir.

Banyak hal yang berkaitan dengan kemanusiaan yang telah diajarkan oleh Rasululloh, salah satunya adalah:

Islam mengajarkan untuk menghormati manusia walaupun telah menjadi mayat. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berdiri khusyu’ menghormati jenazah seorang yahudi. Kemudian seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia jenazah yahudi”. Nabi SAW bersabda: “Bukankah dia juga adalah seorang berjiwa ?”. (HR. Imam Muslim).

Keadilan dan melarang berbuat zhalim

Menegakkan keadilan merupakan keharusan diwaktu aman bahkan dalam keadaan perang sekalipun. Dan Islam menjadikan berlaku adil kapada musuh sebagai hal yang mendekatkan kepada ketaqwaan (QS. Al-Maidah:8). Untuk merealisasikan hal ini, Islam tidak hanya menyuruh berbuat adil, tapi juga mengharamkan kezaliman dan melarangnya sangat keras. Adapun asas persamaan sangat ditekankan khususnya dihadapan hukum. Faktor yang membedakan antara satu orang dengan yang lain adalah taqwa dan amal shaleh. (QS.Al-Hujurat:13).

Membalas kebaikan orang lain

Membalas suatu kebaikan dengan kebaikan yang sama atau lebih baik adalah tuntutan setiap masyarakat yang menginginkan hubungan harmonis antar anggota- anggotanya. Allah SWT menentukan hal tersebut dalam salah satu firman-Nya (QS. Al-Isra:7).

Mengenai beberapa sempalan yang melakukan aksi teror, itu adalah orang-orang yang memiliki pemahaman fanatik yang berlebih. Orang-orang yang melakukan aksi teror atas nama Islam adalah orang-orang yang menyimpang. Dan tidak sepantasnya kemudian khlayak mengklaim Islam secara kolektif sebagai agama teroris. Mereka yang melakukan aksi teror adalah kaum minoritas yang mungkin sakit hati atau mengalami kecelakan pemikiran yang berakibat kepada fanatisme dan aksi fundamental di luar batas hukum Islam dan kemanusiaan.