Syukur

by Senjakala Adirata


Kata ‘syukur’ memang banyak dijadikan nama orang. Salah satu tujuannya mungkin agar si orang tersebut diharapkan oleh orang tuanya agar senantiasa ber’syukur’. Kepada siapa? Tuhan mungkin. Namun tak menutup kemungkinan jikalau orang yang tidak bernama ‘syukur’ lantas tidak senantiasa ber’syukur’. Setiap insan yang berkeyakinan bahwa dirinya terbentuk dari dua dimensi yakni ruh dan raga, pasti juga akan yakin terhadap Sang Pencipta. Segala yang Dia hadirkan di dunia dan dalam kehidupan adalah untuk di’syukuri’ entah itu baik atau buruk.

Begitupun dengan saya, sebagai orang yang gaptek dan katrok, tentu sangat bersyukur ketika tahu teknologi yang lebih modern dan mutakhir. Salah satunya yaitu Blog. Saya dari dulu kepingin nulis, tapi nyatanya cuma kepingin saja. Baca buku teori tentang menulis (sekitar mungkin 4 buku) juga tak mendorong saya untuk secepatnya menyambar pena dan men-narikan-nya diatas kertas. Berbagai tendensi entah takut tulisan jelek atau apa yang ditulis tak layak baca mungkin menjadi salah satu problem psikologis saya. Namun dengan saya tahu tentang Blog dimana orang-orang menuliskan segala yang ia pahami dalam menyelami realitas kehidupan yang tak lagi real ini, saya sangat ber’syukur’ sekali.

Sebagai amatiran, dengan postingan awal saya ini yang mungkin nanti dibaca oleh pra blogger yang handal dan berpengalaman, mohon berbagi ilmu tentang apapun untuk memaknai hidup karena orang bijak bilang “hidup itu tidaklah penting dan yang paling penting adalah memaknai hidup”. Berharap banyak, tulisan awal saya ini dikomentari oleh orang-orang baik itu blogger atau siapapun yang membaca dengan komentarnya dari sudut pandang yang bermacam-macam. Terima kasih sebelumnya saya haturkan.