Kita, manusia, adalah salah satu makhluk ciptaanNya yang konon adalah paling mulia, konon paling pintar, konon paling beradab dan entah berapa konon lagi yang menggelayut dalam diri kita sebagai manusia.
Untuk membedakan antara kita dengan kita yang lain, hadirlah yang disebut nama. Yah, nama adalah penanda dan kita secara individu adalah yang ditandai. Jika kita manusia dengan kita manusia yang lain tidak diberi tanda oleh nama, maka kita tentu akan bingung menyebut atau memanggil kita yang lain.
Tapi “apalah arti sebuah nama?” kata seseorang (saya lupa namanya). Benarkah nama adalah sesuatu yang urgent sehingga wajib dan harus menempel pada diri kita manusia? Tentu, jawabannya adalah YA!! Adanya nama akan memudahkan kita, menandai satu dengan yang lain. Bagaimana mungkin kita memanggil yang lain “dia si manusia yang jabrik dan bertompel atau dia yang anggun dengan jilbab lebar” sedangkan berapa manusia yang jabrik dan bertompel dan berapa manusia yang anggun dengan jilbab besar? Karena itu, nama tercipta untuk memudahkan kita. Bahkan sebagian, nama adalah doa.
Lalu, bagaimana dengan nama pena/nama samaran?
Istilah nama pena lahir ketika budaya menulis mulai hadir. Seorang penulis, yang tidak mau dikenal nama aslinya atau memang merasa inferior dengan nama-nama lain yang lebih mentereng atau juga karena tulisannya sangat “tajam” sehingga”sembunyi” di balik nama pena (samaran)nya. Dan inilah yang saya sebut sebagai Topeng tanpa Topeng, tanda (nama) sebagai topeng (penutup) tanda (nama) yang asli. Selintas hal ini bukanlah hal yang penting untuk dibahas dan didiskusikan. Tapi, seiring majunya teknologi informasi, rupanya hal ini menjadi sebuah fenomena yang patut untuk diberikan perhatian khusus.
Kita, akan dengan sangat mudah menemui nama pena/samaran dalam dunia maya. Karena dalam dunia maya, tak ada konvensi yang disepakati secara bersama. Di dunia maya, bebas. Mau bernama apa silahkan dan terserah. Namun hal ini menjadi sebuah tanda tanya, apakah benar bahwa rasa kepercayaan kita terhadap orang lain kian berkurang sehingga untuk “jujur” menampilkan nama kita dalam byte-byte data, kita tidak mau? Atau memang kita kebanyakan adalah orang yang introvert sehingga cenderung eksklusif dan menutup diri? Mungkin bisa dikatakan demikian, tapi bisa juga karena hanya ikut-ikutan yang lain. Karena yang lain menggunakan nama “tidak jelas” sehingga ia pun menggunakan nama yang “tidak jelas” pula.
Satu alasan yang mendasar lagi, mungkin, adalah karena kehidupan dunia maya dan pertemuan didalamnya adalah hal yang mustahil untuk berjumpa dalam dunia nyata, maka kiranya tidak terlalu penting menampilkan nama asli. Dan, akan semakin menimbulkan tanda tanya serta rasa penasaran yang dalam tentang siapa dibalik topeng-topeng itu. SiapaArundati, KanvasMaya, pendarbintang, gerhana coklat, Mbah Jiwo, sendang jiwa dan ribuan topeng yang membuat kita kian penasaran dengan wajah dan nama aslinya.
Namun, apapun diri kita yang sembunyi dibalik topeng nama atas dasar apapun itu: dalam menulis artikel, menerbitkan tulisan menyampaikan pesan dan kritik, serta menulis komentar diharap berguna bagi topeng-topeng yang lain yang mengagumi topeng tersebut, tanpa melanggar konvensi dan etika dunia nyata dimana yang baik tetap disampaikan sebagai yang baik atau sebaliknya. SELAMAT BERTOPENG !!!
Lalu bagaimana dengan krupuKCair? Siapa nama dibalik topeng ini?
gambar dari 1t4juwita.wordpress.com


25 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
Oktober 17, 2010 pada 12:18 pm
iwan prasetya
bukan berarti seseorg yg menggunakan nama palsu atau apapun istilahnya, adalah org yg melanggar adab dari sisi religi, krn tak memberitahu nama asli. Ada alasan-alasan privacy yg harus dihormati. dan jika dgn identitas samaran bisa tetap memberikan sesuatu yg positif, Tuhan juga tidak bingung akan memberikan pahalaNya pada siapa.
Oktober 17, 2010 pada 1:39 pm
Asop
Saya pikir mengena Festival Topeng Cirebon.
Oktober 17, 2010 pada 5:35 pm
bolang
walaupun kita menyembunyikan nama sebenarnya tapi tetap saja harus menjaga etika kita sebagai orang arif, artikel yang menarik
salam kenal buat pemilik blog
Oktober 18, 2010 pada 1:10 am
achoey
nama adalah alamat yang paling tepat
dalam kerumunan kita kan lebih mudah memangil seseorang dengan menyebut namanya.
Misal, hai kerupuk cair
Ini yg masih menjadi teka-teki, siapakah kerupuk cair ini
Karena saya cari di warung2 yang ada adalah kerupuk biasa
Oktober 18, 2010 pada 8:24 am
Lambertus Wahyu Hermawan
bukankah dengan nama asli pun masih membuat penasaran seperti apa wajahnya? saya kira ketika persahabatan itu terbentuk [misal melalui blog], melihat foto saja tidak akan cukup. saat ini saya mulai merasakan ingin ketemu seseorang yang saya kenal lewat blog… kalau sampai perasaan ini muncul di hati krupuk cair [pasti kena kuah sayur tuh], berarti kegiatan blog ini memang bermanfaat… selamat blogging…
akankah ada kemungkinan bertukar link?
Oktober 18, 2010 pada 9:01 am
Usup Supriyadi
kalau dalam istilah dunia penulisan barangkali apa itu yang dinamakan ghost writer?
ya, apapun yang penting bermanfaat
Oktober 18, 2010 pada 11:47 am
joe
gak apa2 kan yang penting kan kita tidak berniat jahat, meski berlindung di balik nickname…
Oktober 18, 2010 pada 12:32 pm
tunsa
jangan-jangan krupuk cair itu pahlawan bertopeng ya? hehe…
salam
Oktober 18, 2010 pada 12:49 pm
bluethunderheart
menarik
suka aku gaya postinghanmu
salam hagat dari blue
Oktober 19, 2010 pada 3:32 am
Bang Dje
Jadi ingat seorang teman yang lama tidak muncul yang grafatarnya benar-benar menampilkan topeng putih.
Dan saya kira nama krupuk juga merupakan topeng yang rada tidak umum …
Oktober 19, 2010 pada 3:46 am
Yohan Wibisono
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx
Oktober 19, 2010 pada 9:08 am
Indahnya Kebersamaan
Topeng|???
kadang kita memang harus sedikit menggunakan topeng teman
Oktober 19, 2010 pada 10:21 am
puchsukahujan
topeng tanpa topeng, bikin bingung…
ya berarti ‘topeng’ itu sendiri dong…
ah,, entahlah…
Oktober 20, 2010 pada 1:07 am
Denuzz BURUNG HANTU
“apalah arti sebuah nama” shakespear …
Denuzz tidak sepakat dengan pujangga satu ini … menurut Denuzz nama adalah anugrah dan harus disyukuri … karena nama adalah doa orang tua kita sewaktu kita dilahirkan … nama “soleh”, dipastika kedua orang tua dahulunya mendoakan anaknya menjadi seorang yg taat ibadah …
nama itu sangatlah berarti …
Semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang
Oktober 20, 2010 pada 3:28 am
Umi
sayang pelantun “Topeng” lagi meringkuk di tahanan
*yang nyanyi coba buka dulu topeng mu itu lohhh
Oktober 20, 2010 pada 4:14 am
fitr4y
Aku suka aja dengan nama – nama yang unik, biar gampang di ingat … dan membedakan dunia nyata dengan dunia maya ..
salam kenal .. kunjungan balik nh ..
Oktober 20, 2010 pada 4:25 am
Bali Property
Ternyata begitu yang dimaksud topeng tanpa topeng,
sudah ditandai dengan nama masih memakai nama lain lagi.
artikel yang bagus,
Bali Villas Bali Villa Villas in Bali
Oktober 20, 2010 pada 5:39 am
gerhanacoklat
lah ternyata ada postingan topeng tho disini
brother aku baru aja posting kemaren tapi postingan itu bukan buatmu lho
aku tak pernah memakai topeng dibalik nama gerhana coklat adalah julie
Oktober 20, 2010 pada 8:02 am
krupukcair
kalau begitu saya ralat deh mbak Julie…
Oktober 20, 2010 pada 8:33 am
Usup Supriyadi
beberapa hari yang lalu ada pesta topeng di cirebon…..
Oktober 20, 2010 pada 8:33 am
Usup Supriyadi
atau kuningan kayaknya, lupa lokasinya, hihihi
salaam
Oktober 20, 2010 pada 4:32 pm
Masbro
Selama si empunya nama samaran bisa dihubungi, entah via email atau semacamnya, sy kira nggak ada masalah. Sudah banyak nama pena yg legendaris.
Salam hangat,,artikelnya menarik;
Oktober 23, 2010 pada 11:46 pm
'Ne
nah pertanyaan terakhir tuh ayo dijawab hehe..
di balik Sendang Jiwa memang’Ne kok hehe.. setiap orang pasti memiliki alasan masing2 dalam menggunakan sebuah nama. ada untuk alasan komersil jika memang blognya untuk komersil, ada juga memang ingin memisahkan antara dunia nyata dan dunia maya, bisa juga jika dia seorang penulis mungkin untuk salah satu strategi dengan menggunakan nama pena.
selama topeng itu memang bukan sesuatu yang buruk saya pikir tidak apa2, seperti halnya seorang badut, dia memang harus bertopeng karena itu memang sudah menjadi bagian dari pekerjaannya untuk menghibur meski mungkin dalam hatinya sedang berduka sekalipun
(lho kok jadi ngelantur kemana2 nih hehe)
November 3, 2010 pada 12:31 pm
save your head
bukan tidak jujur gan,sebab kalo di dunia maya jika memakai nama asli besar kemungkinan akan banyak yang kembar makanya dibuat nama alias.lagi pula bisa dijadikan keyword (kata para webmaster)
November 10, 2010 pada 7:15 am
Erwin ganadi
nama adalah gambaran dari pribadi seseorang /riwayat /sejarah .ada ortu yg kasih nama seger waras ,soalnya waktu kecil dianya sering sakit2an.terus ada kasih nama untung biar ngak sial kayak bapaknya.jadi arti sebuah nama itu sangat penting
Bali Prewedding Photography, Bali Photography, Bali Wedding