Apa yang kita bayangkan ketika mendengar seseorang mengatakan:
“Daerah pedesaan itu sangat subur sekali”.
Bagi sebagian besar para sobat mungkin akan membenarkan kalimat diatas. Namun sebenarnya kalimat diatas salah dan yang betul adalah “Daerah perdesaan itu sangat subur sekali”.
Kita sudah terbiasa mendengar dan berucap kata “pedesaan” yang sesungguhnya kata ini adalah salah. Tapi karena telah lama digunakan dan telah mendarah-daging maka telinga kita terbiasa mendengar hal yang sejatinya salah tersebut.
Perlu dicatat bahwa dalam ilmu bahasa, imbuhan peR-an berarti hal-ihwal yang berkaitan dengan bentuk dasarnya. Jadi ‘perdesaan’ adalah hal ihwal yang berkaitan dengan desa. Agaknya selama ini bentuk kebahasaan itu selalu dikacaukan dengan makna ‘pedesaan’, yang sesungguhnya sama sekali tidak menunjukkan pada tempat desa.
Konfiks pe-an seperti pada ‘pedesaan’ maknanya adalah cara, perbuatan, atau proses yang tampak dari bentuk verba me-. Jadi, bentuk ‘pedesaan’ tidak dapat dipahami sama sekali sebagai kompleks perdesaan atau sebuah tempat dimana sekumpulan orang menetap tetapi harus dimaknai sebagai aktivitas perbuatan proses pembuatan desa.
Kebalikan dari bentuk ‘pedesaan’ yang salah adalah ‘perkotaan’ yang bentuknya benar. Tapi banyak orang yang tidak terlalu berpusing ketika ada kejanggalan, “kenapa ada kata perkotaan sedang perdesaan tidak ada?” Sama halnya dengan pemukiman, yang selama ini banyak dimaknai secara salah sebagai hal yang berkaitan dengan tempat tinggal atau mukim, sekarang harus dimaknai sebagai aktivitas atau kegiatan memukimkan. Jadi, pemukiman warga miskin tidak dapat dimaknai sebagai tempat mukim bagi warga miskin atau ihwal mukim bagi warga miskin, tetapi harus dimaknai sebagai proses memukimkan warga miskin atau aktivitas memukimkan warga miskin.
Bagi para sahabat yang sempat membaca tulisan ini, harapan dari krupuKCair adalah agar para sahabat mau berpromosi kepada teman2 terdekat sahabat semua untuk membenarkan kesalahan yang telah mengakar tersebut. Terima kasih sebelumnya.

6 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
Juli 13, 2010 pada 6:09 am
wiedee
Itulah mengapa pelajaran bahasa Indonesia takkan pernah di hapuskan, selain karena bahasa Indonesia skarang sudah menjadi bahasa Internasional no. 3 di dunia.
Juli 13, 2010 pada 9:32 am
Asop
Well, saya udah tahu sejak awal kuliah, bahwa yang benar adalah “perdesaan”, dalam konteks sebuah kawasan yang belum terlalu berkembang. Dalam jurusan saya, gak ada istilah “pedesaan”.
Juli 13, 2010 pada 12:06 pm
loewyi
Pemberitahuan aja nich mas. arti kata pedesaan kalo disini di Madura tepatnya di Kamal itu artinya adalah sebuah angkutan umum mas. hehehehehe….
September 29, 2011 pada 1:13 am
rosa
hal ihwal tuh apa sih?
memangnya ihwal itu bahasa indonesia?
Januari 30, 2012 pada 7:24 am
mindi
apakah selalu begitu? bukankah dalam bahasa ind onesia juga dikenal peluluhan huruf? ada penguatan, bukan pengkuatan….
Mei 9, 2012 pada 3:40 am
krupukcair
ah, nanti tak coba cari lagi tentang masalah ini..