Seharusnya tulisan ini, krupuKCair tampilkan sebelum menulis Pentingnya Diksi Dalam Puisi. Mungkin karena tidak tahu tentang kerangka berpikir ilmiah yang dituntut untuk berpikir secara terstruktur, maka dari itu krupuKCair membahasnya loncat-loncat. Sebelum memanjang-lebarkan tulisan, krupuKCair minta maaf kepada seluruh sobat pembaca yang sudi mampi di blog sederhana ini.
Langsung masuk dalam bahasan, diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Penggunaan diksi, menurut sebagian besar orang adalah sangat penting. Alasannya ialah agar apa yang ada dalam pikiran ketika ingin disampaikan bisa diterima oleh si pendengar atau pembaca. Diksi, tidak hanya ada dalam penulisan saja melainkan dalam ucapan juga. Keefektifan dalam memilih diksi sangat diperlukan. Pembicara atau penulis yang terkesan bertele-tele dalam memaparkan idenya, akan membuat pendengar atau pembaca merasa bosan sehingga tidak jadi menuntaskan mendengar atau membaca.
Dalam penulisan karya sastra, sering seorang penulis membuat gaya tulisannya aneh bin nyleneh. Bahkan terkadang, pihak pembaca karya sastra merasa bingung atas karya yang diciptakan karena sulit untuk memahami tulisan yang dimaksud. Hal tersebut dikarenakan dalam karya sastra, biasanya seorang penulis yang memiliki daya estetika tinggi, selalu menggunakan bahasa tingkat kedua. Maksudnya bahasa tingkat kedua ialah penggunaan bahasa yang tidak bisa dibedah secara arti kata saja melainkan dibutuhkan bagaimana memaknai kata tersebut. Pendek kata mengartikan arti yang sudah ada.
Pemilihan diksi dalam ucapan dan penulisan menjadi bagian yang sangat penting. Dalam ucapan, seorang penutur seharusnya dituntut untuk berbicara tanpa ada ambigu dalam kata yang diucap. Mengapa? Supaya pendengar dapat mudah memahami. Begitupun dalam menulis artikel atau opini, memilih kata yang pasti dan tidak ambigu adalah hal yang harus dan wajib.
Berbeda dengan menulis karya sastra seperti genre puisi, malahan sebaliknya. Ke-ambiguan seakan suatu keharusan sebab dalam keambiguan tersebut, pembaca karya sastra dipersilahkan memahami puisi tersebut sesuai dengan pemahamannya. Sehingga karya tersebut akan multi interpretable (banyak interpretasi). Puisi dengan ke-ambiguan, menyerahkan segala makna pada pembaca dan penikmat. Kebebasan dalam interpretasi pembaca dihadirkan dalam puisi. Kita terkadang sering membaca puisi dengan kalimat sederhana dan langsung kita tangkap maksud puisi tersebut, namun hal itu terkadang juga hanya memberikan arti yang harus sama dengan penulisnya. Kebebasan melakukan interpretasi dari pembaca menjadi terbatas.
Sekian uraian sedikit pengertian tentang diksi, apabila ada kesalahan dan kekurangan, mohon di tulisa dalam kotak komentar. Terima kasih sudah membaca.
gambar dari dekepetz.web.id


11 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
Juni 30, 2010 pada 6:21 pm
Sugeng
hm ….. ulasan yang jelas tentang diksi oleh krupuk
pingin juga sih aku bikin puisi tapi apa daya naluriku tentang sastra sangat tumpul.
salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan
Juli 1, 2010 pada 5:32 am
loewyi
Tapi aku gak berbakat mas bikin puisi….. puisi ku mah sekedar tulis saja tidak mengikuti aturan. hehehehe…..
Juli 1, 2010 pada 8:50 am
'Ne
terima kasih sudah berbagi tulisan ini..
saya termasuk yang kurang diksi kalau bikin puisi (masih selalu belajar)
Juli 1, 2010 pada 10:05 am
zarod
jadi inget pelajaran SMA dulu…
Juli 2, 2010 pada 12:07 pm
namakugusti
baru tahu bahwa dalm bahasa indonesia ada kata DIKSI…..ma kasih atas pencerahannya…..Ternyata kosa kata Indonesia sangat kaya yaaa…..
Juli 3, 2010 pada 8:06 am
wardi
Terima kasih ilmunya tentag diksi
Juli 11, 2010 pada 1:42 pm
suklowor
wah mantab… bisa konsultasi nih…
mas kan dah pernah baca puisiku… menurut anda gimana ?
makasih sebelumnya..
Juli 12, 2010 pada 2:08 pm
krupukcair
saya masih awam jadi kalo disuruh untuk menilai puisi masih morat-marit..hahaha
–coba mas klowor pemilihan diksi di padatkan lagi, biar lebih ada suspend-nya. Tone-nya sudah oke kok—
hehehe
Agustus 7, 2010 pada 2:23 pm
sunkitzzzz
mksih yah kk atas pengertiannya…….. ^^
Oktober 22, 2010 pada 6:54 pm
Masbro
Menyegarkan kembali ingatan saya akan diksi…
Januari 28, 2011 pada 2:34 am
rinie
dilengkapi lagi dunx….. biar aku bisa merujuknya